Showing posts with label Sosiologi. Show all posts
Showing posts with label Sosiologi. Show all posts

PERUBAHAN SOSIAL : Pengertian, Teori, Faktor, Contoh, Bentuk (Lengkap)

Pengertian Perubahan Sosial – Manusia merupakan makhluk sosial yang hidupnya tidak bisa terlepas dari manusia lainnya. Sebagai makhluk sosial, manusia pastinya melakukan interaksi antar sesama dengan bahasa komunikasi yang bermacam-macam. Hal itu kemudian menjadi faktor adanya perubahan sosial yang terjadi pada suatu masyarakat.


Kebanyakan manusia yang hidup di dunia ini pastinya ingin adanya perubahan baik untuk dirinya sendiri maupun kelompok masyarakatnya. Hal itu lantas membuat manusia terus berpikir, bergerak, dan bertindak agar bisa berubah baik dari segi sosial, ekonomi, dan hingga politik. Khususnya di bidang sosial manusia cenderung mudah untuk berubah baik karena pengaruh luar maupun dalam.


Berikut ini penjelasan lengkap seputar perubahan sosial. Mulai dari Pengertian perubahan sosial secara umum, pengertian perubahan sosial menurut parah ahli, teori perubahan sosial, faktor pendorong perubahan sosial, faktor penghambat perubahan sosial, ciri ciri perubahan sosial, dampak perubahan sosial, bentuk perubahan sosial, dll.


Pengertian Perubahan Sosial Secara Umum


 Manusia merupakan makhluk sosial yang hidupnya tidak bisa terlepas dari manusia lainnya PERUBAHAN SOSIAL : Pengertian, Teori, Faktor, Contoh, Bentuk (Lengkap)

Pengertian Perubahan Sosial Secara Umum


Secara umum perubahan sosial bisa diartikan sebagai perubahan yang terjadi pada masyarakat terkait dengan norma, nilai-nilai, dan berbagai pola kehidupan manusia. Pada dasarnya setiap manusia itu mengalami perubahan baik disengaja atau tidak baik dari luar maupun dalam diri manusia itu sendiri.


Perubahan antara satu manusia maupun suatu masyarakat itu berbeda-beda. Hal itu disebabkan setiap kelompok masyarakat ataupun individu mempunyai kemampuan dan pemikiran yang berbeda-beda pula.


Ada kalanya perubahan itu terjadi dengan cepat dan ada pula yang terjadi cukup lambat. Jadi, kita tidak bisa menyamakan kelompok masyarakat ataupun individu satu dengan yang lainnya.


Pengertian Perubahan Sosial Menurut Ahli


 Manusia merupakan makhluk sosial yang hidupnya tidak bisa terlepas dari manusia lainnya PERUBAHAN SOSIAL : Pengertian, Teori, Faktor, Contoh, Bentuk (Lengkap)

Pengertian Perubahan Sosial Menurut Ahli


Sebenarnya ada banyak pengertian mengenai perubahan sosial. Banyak ahli yang mengemukakan mengenai pengertian perubahan sosial yang terjadi di masyarakat. Meskipun demikian, pengertian perubahan yang dikemukakan oleh beberapa ahli mempunyai hakekat yang sama.


Berikut adalah pengertian perubahan sosial menurut berbagai ahli:


1. Karl Marx


Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi karena perkembangan teknologi atau kekuatan produktif suatu masyarakat dan hubungan antara elas-kelas sosial yang berubah.


Mengingat bahwa Karl Marx ini merupakan pencetus teori kapitalisme, sehingga ia mengaitkan perubahan sosial dengan kelas-kelas sosial dan aktifitas perekonomian.


2. Selo Soemardjan


Perubahan sosial adalah segala perubahan yang terjadi pada berbagai lembaga masyarakat dalam suatu lingkungan termasuk dalam hal nilai sosial, sikap, dan pola perilaku antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Jadi, menurut Selo Soemardjan perubahan sosial itu cakupannya cukup luas dan menyeluruh.


3. Emile Dukheim


Perubahan sosial bisa terjadi sebagai hasil faktor-faktor ekologis dan demografis, yang dapat merubah kehidupan masyarakat dari kondisi yang tradisional yang masih sangat kental dengan nilai-nilai solidaritas mekanis ke dalam kondisi masyarakat modern yang kental dengan nilai solodaritas organik.


4. Gillin


Perubahan sosial didefinisikan sebagai perubahan yang terjadi sebagai suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima sebab adanya perubahan kondisi geografi, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi maupun melalui difusi atau pertemuan-pertemuan baru dalam masyarakat.


5. Mac Iver


Beliau mengatakan bahwa perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi dalam hubungan sosial atau perubahan terhadap keseimbangan hubungan sosial.


6. Raja


Beliau mengatakan bahwa perubahan sosial adalah segala perubahan yang terjadi pada lembaga masyarakat yang kemudian dapat mempengaruhi suatu sistem sosial.


7. Kingsley Davis


Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi pada struktur dan fungsi suatu masyarakat.


8. Samoel Koenig


Perubahan sosia merupakan modifikasi dari pola kehidupan masyarakat.


9. William F. Ogburn


Perubahan sosial sebagai kebudayaan yang mencakup unsur-unsur kebudayaan baik material maupun non-material yang menekankan adanya pengaruh yang besar dari unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur non-material.


Teori Perubahan Sosial


 Manusia merupakan makhluk sosial yang hidupnya tidak bisa terlepas dari manusia lainnya PERUBAHAN SOSIAL : Pengertian, Teori, Faktor, Contoh, Bentuk (Lengkap)

Teori Perubahan Sosial


Suatu perubahan sosial itu bisa terjadi karena adanya modifikasi dalam tatanan suatu masyarakat dalam kondisi tertentu. Suatu kondisi yang bisa menyebabkan terjadinya perubahan sosial bisa dilihat berdasarkan teori-teori perubahan sosial yang ada. Berikut adalah beberapa teori tentang perubahan sosial:


1. Teori Evolusi


Teori evolusi ini sebenarnya masih berpijak pada teori Evolusi Darwin serta dipengaruhi oleh pemikiran Herbert Spencer. Dalam hal perubahan sosial teori evolusi ada dua pemikir yang berpengaruh yaitu Emile Dukheim dan Ferdinand Tonnies.


Menurut Emile Dukheim perubahan terjadi karena adanya evolusi yang mempengaruhi perorganisasian masyarakat khususnya dalam hal menjalin hubungan kerja.


Sementara itu menurut Ferdinand Tonnies berpendapat bahwa perubahan sosial terjadi dari masyaraakat yang cenderung sederhana menjadi masyarakat yang lebih besar berdasarkan hubungan terspesialisasi dan impersonal.


Demikian, secara umum teori evolusi mengatakan bahwa perubahan sosial mempunyai arah yang tetap serta dialami oleh setiap masyarakat. Berdasarkan teori evolusi ini perubahan sosial terjadi secara perlahan dan bertahap dari awal hingga akhir, artinya melalui proses yang panjang.


2. Teori Fungsionalis


Tokoh teori Fungsional adalah William Ogburn, dimana ia mengatakan bahwa meskipun unsur-unsur masyarakat saling berkaitan satu sama lain, namun kecepatan perubahan tersebut terjadi tidak sama.


Teori fungsional menjelaskan bahwa perubahan sosial terjadi hanya mengambil unsur-unsur yang baik saja, yang bermanfaat dan menguntungan bagi kehidupan sosial suatu masyarakat.


Tidak semua unsur perubahan sosial memberi manfaat dan keuntungan bagi kehidupan masyarakat karena sebagian juga bahkan ada yang mengacaukan tatanan masyarakat.


3. Teori Konfilk


Teori konflik dipengaruhi oleh pemikiran Karl Marx dan Ralf Dahrendord. Menurut Karl Mrx konflik sosial menjadi faktor tejadinya perubahan sosial yang menjadi sumber yang paling penting. Sementara itu menurut Ralf Dahrendord setiap perubahan sosial yang terjadi merupakan hasil dari konflik kelas sosial di suatu masyarakat.


Demikian, perubahan sosial bisa berupa konflik. Konflik terjadi karena adanya pertentangan kelas antara kelas atas atau penguasa dengan kelas bawah atau kelompok tertindas yang kemudian dapat berpengaruh terhadap perubahan sosial.


4. Teori Siklis atau Siklus


Tokoh terpengaruh dalam teori siklis ini adalah Arnold Toynbee dan Oswald Spenger. Menurut Arnold Toynbee perubahan sosial yang terjadi di masyarakat baik yang baik maupun buruk dapat dijelaskan dengan konsep-konsep kemasyarakatan yang berhubungan antar satu dengan yang lainnya yaitu tantangan dan tanggapan.


Sementara itu menurut Oswald Spenger perubahan sosial terjadi seperti perkembangan masyarakat yang melalui empat tahap seperti halnya manusia yang melalui tahap anak-anak, remaja, dewasa, dan masa tua.


Faktor Pendorong Perubahan Sosial


 Manusia merupakan makhluk sosial yang hidupnya tidak bisa terlepas dari manusia lainnya PERUBAHAN SOSIAL : Pengertian, Teori, Faktor, Contoh, Bentuk (Lengkap)

Faktor Pendorong Perubahan Sosial


Secara umum ada dua hal yang mempengaruhi perubahan sosial yaitu faktor eksternal dan internal. Faktor eksterna merupakan faktor yang berasal dari luar kelompok masyarakat ataupun individu. Sementara itu faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam kelompok masyarakat atau diri sendiri individu.


1. Faktor Eksternal


Diantara faktor eksternal yang mempengaruhi perubahan sosial adalah peperangan. Suatu kelompok masyarakat atau daerah yang terjadi peperangan akan merubah tatanan sosial dalam lingkungan masyarakat tersebut. Peperangan yang terjadi akan banyak merusak fisik maupun nonfisik suatu masyarakat.


Selain itu juga ada bencana alam yang mempengaruhi perubahan sosial. Bencana alam secara langsung dapat merusak fisik lingkungan masyarakat bahkan nonfisik seperti mental masyarakat. Hal itu kemudian membuat suatu masyarakat menjadi trauma yang harus memperbaiki fisik dan tatanan sosial kembali.


Kebudayaan asing yang masuk ke dalam lingkungan suatu masyarakat akan berpengaruh terhadap perubahan sosial. Secara sengaja maupun tidak dan disadari ataupun tidak masyarakat sering menyerap kebudayaan luar, terlebih lagi pada masyarakat yang terbuka.


Perkembangan teknologi yang begitu canggih serta informasi yang cepat juga membuat perubahan sosial yang terjadi di suatu masyarakat terjadi sangat cepat.


Hal itu disebabkan karena memang cenderung masyarakat kini selalu ingin update dan eksis di tengah perkembangan teknologi dan informasi. Jadi, hal itu tidak bisa dipungkiri lagi oleh masyarakat sekarang.


2. Faktor Internal


Ada beberapa faktor internal yang mempengaruhi perubahan sosial di suatu masyarakat diantaranya adalah sistem pendidikan yang maju. Pendidikan yang maju dan semakin berkualitas membuat semakin banyak penduduk yang terjamin kualitas hidupnya. Mereka bisa memperbaiki taraf hidup setelah menempuh pendidikan yang cukup tinggi.


Sikap toleransi dapat mendorong terjadinya perubahan sosial karena seorang yang mempunyai sikap tersebut cenderung terbuka dan saling menghargai. Toleran terhadap kebudayaan luar membuat masyarakat lebih mudah menerimanya sehingga bisa mempengaruhi lingkungan sosial masyarakat.


Orientasi hidup ke masa depan menjadi pedorong terjadinya perubahan sosial. Kelompok masyarakat ataupun individu pastinya mempunyai orientasi hidup yang baik. Oleh sebab itu mereka berusaha dengan keras baik melalui pendidikan maupun ekonomi agar tercapai orientasi tersebut.


Kondisi masyarakat yang majemuk membuat suatu kelompok mayarakat mudah mengalami perubahan sosial. Keragaman masyarakat tersebut saling bersentuhan sehingga akan menghasilkan suatu tatanan baru dari hasil percampuran kebudayaan masyarakat yang majemuk.


Faktor Penghambat Perubahan Sosial


 Manusia merupakan makhluk sosial yang hidupnya tidak bisa terlepas dari manusia lainnya PERUBAHAN SOSIAL : Pengertian, Teori, Faktor, Contoh, Bentuk (Lengkap)

Faktor Penghambat Perubahan Sosial


Di dunia ini masih ada beberapa masyarakat yang sulit mengalami perubahan sosial karena beberapa hal. Diantara faktor penghambat terjadinya perubahan sosial adalah adat istiadat atau kebiasaan yang kental.


Suatu mayarakat yang masih memegang teguh adat istiadat yang berlaku cenderung sulit mengalami perubahan sosial. Kemudian ditambah lagi dengan prasangka buruk terhadap kebudayaan luar. Jadi, mereka lebih menolak kebudayaan luar yang berusaha masuk di lingkungan masyarakat.


Begitu pula dengan masyarakat yang masih tradisional sangat sulit untuk berubah. Mengingat mereka cukup jauh dengan perkembangan teknologi dan informasi. Kehidupan masyarakat tradisional sangat kental dengan kebiasaan lama dan tidak cukup banyak mengetahui tentang perkembangan dunia luar.


Sementara itu ideologi yang kuat di suatu masyarakat membuat perubahan sosial menjadi terhambat. Kelompok ataupun individu yang memegah teguh suatu ideologi cenderung berpikir sempit.


Ciri-Ciri Perubahan Sosial


 Manusia merupakan makhluk sosial yang hidupnya tidak bisa terlepas dari manusia lainnya PERUBAHAN SOSIAL : Pengertian, Teori, Faktor, Contoh, Bentuk (Lengkap)

Ciri-Ciri Perubahan Sosial


Suatu perubahan sosial itu bisa dikatakan sebagai perubahan sosial jika mempunyai beberapa ciri-ciri tertentu diantaranya adalah:


1. Berkelanjutan


Pada dasarnya perubahan sosial itu terus menerus terjadi dan berkembang. Setiap masyarakat selalu mengalami perubahan baik cepat maupun lambat.


2. Dilakukan secara disengaja


Perubahan sosial yang terjadi di masyarakat dilakukan secara sengaja. Kesengajaan tersebut ada yang memang direncanakan maupun tidak. Seperti halnya seorang pencipta handphone awalnya bertujuan untuk mempermudah komunikasi.


Hasilnya kemudian menjadikan banyak orang melek teknologi dan komunikasi. Bahkan hal itu bisa mengakibatkan sosialisasi antar sesama secara langsung tidak terlaksana dengan baik.


3. Bersifat Imitatif


Setiap kelompok masyarakat yang hidup berdampingan mereka saling mempengaruhi satu sama lain. Secara disengaja maupun tidak hal itu akan membuat sekelompok masyarakat akan meniru hal-hal yang menguntungkan dan bermanfaat bagi suatu kelompok. Contohnya seperti gaya desain rumah dan gaya berpakaian.


4. Sering Menimbulkan Kontroversi


Beberapa bentuk perubahan sosial menimbulkan kontroversi untuk sebagian orang. Seperti halnya adanya teknologi mesin yang membuat semua pekerjaan menjadi mudah dan murah bagi suatu perusahaan. Hal itu pastinya merugikan para pekerja atau buruh sehingga menimbulkan kontroversi dan aksi protes.


5. Disorganisasi Sementara


Perubahan sosial yang terjadi dengan cepat akan menimbulkan disorganisasi. Disorganisasi sendiri merupakan keadaan yang kacau disebabkan adaptasi dari beberapa unsur sosial yang berlaku di suatu masyarakat.


Kemudian disorganisasi tersebut biasanya diikuti dengan reorganisasi yang sedemikian rupa agar mencapai suatu tatanan masyarakat yang baik dan teratur.


6. Terjadi Dimana-Mana


Pada dasarnya perubahan sosial itu bisa terjadi dimana saja baik pada masyarakat tradisional maupun modern. Hanya saja yang membedakan adalah kecepatan terjadinya perubahan seperti halnya masyarakat modern cenderung lebih mudah dan cepat mengalami perubahan sosial.


Sebaliknya untuk masyarakat tradisional cenderung lambat karena mereka masih sangat memegang teguh adat istiadat serta hidupnya yang berada di daerah yang jauh dari keramaian.


Dampak Perubahan Sosial


 Manusia merupakan makhluk sosial yang hidupnya tidak bisa terlepas dari manusia lainnya PERUBAHAN SOSIAL : Pengertian, Teori, Faktor, Contoh, Bentuk (Lengkap)

Dampak Perubahan Sosial


Perubahan sosial yang terjadi di suatu masyarakat mempunyai dampak tersendiri terhadap tatanan sosial di lingkungan masyarakat. Secara umum dampak terjadinya perubahan sosial ada dua yaitu dampak positif dan negatif.


1. Dampak Positif


Salah satu dampak positif yang akan dirasakan adalah peningkatan taraf pendidikan seperti ilmu pengetahuan dan teknologi.


2. Dampak Negatif


Secara singkat, dampak negatifnya bisa berupa perubahan adat istiadat pada satu suku/bangsa sehingga jati diri bangsa itu sendiri lambat laun akan menghilang.


Bentuk Perubahan Sosial


 Manusia merupakan makhluk sosial yang hidupnya tidak bisa terlepas dari manusia lainnya PERUBAHAN SOSIAL : Pengertian, Teori, Faktor, Contoh, Bentuk (Lengkap)

Bentuk Perubahan Sosial


Ada banyak bentuk perubahan sosial yang terjadi di masyarakat. Hal itu disebabkan setiap masyarakat mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Begitu pula dengan status sosial yang ada di masyarakat juga berbeda. Berikut adalah bentuk-bentuk perubahan sosial:


1. Perubahan Struktural


Perubahan struktural merupakan perubahan sosial yang mendasar sehingga menimbulkan pengaruh yang besar di suatu masyarakat. Perubahan struktural ini biasanya terjadi dari tingkat atas hingga bawah karena sifatnya yang cukup kuat.


Seperti halnya perubahan sistem pemerintahan dari monarki ke demokrasi yang mengharuskan unsur-unsur pemerintahan berubah pula.


2. Perubahan Besar dan Kecil


Perubahan besar merupakan perubahan yang menyangkut banyak hal dan menimbulkan pengaruh yang besar di masyarakat. Contohnya seperti adanya industrialisasi yang mampu mengubah sosial, kebudayaan dan perekonomian masyarakat dari agraris menuju masyarakat industri.


Sementara itu perubahan kecil merupakan perubahan yang hanya menyangkut masalah kecil serta menimbulkan sedikit pengaruh di suatu masyarakat.Seperti halnya perubahan desain rumah dan gaya berpakaian yang hanya terlihat dari luar saja dan tidak banyak mempengaruhi tatanan masyarakat khususnya untuk hal-hal yang mendasar.


3. Perubahan Cepat dan Lambat


Perubahan cepat merupakan perubahan sosial yang prosesnya begitu cepat atau sering disebut dengan revolusi. Perubahan cepat itu bisa terjadi karena terencana maupun tidak terencana. Biasanya perubahan ini berawal dari konflik dan ketegangan yang terjadi antar suatu kelompok masyarakat.


Sementara itu perubahan lambat merupakan perubahan sosial yang membutuhkan waktu cukup lama juga melalui beberapa tahap tertentu. Bisa jadi perubahan ini bermula dari perubahan kecil secara perlahan dan terus menerus. Perubahan ini bisa terjadi tanpa adanya rencana atau kesengajaan pihak yang bersangkutan.


4. Perubahan yang dikehendaki dan tidak dikehendaki


Perubahan yang dihendaki merupakan perubahan sosial yang terjadi dengan adanya rencana dan perkiraan terlebih dahulu oleh pihak yang bersangkutan di suatu masyarakat. Pihak yang menyiapkan perubahan sosial di sebut agent of change baik berasal dari dalam suatu kelompok masyarakat maupun luar dan individu.


Sementara itu perubahan yang tidak dikehendaki merupakan perubahan sosial yang terjadi tanpa adanya perkiraan dan perencanaan terlebih dahulu oleh pihak yang terkait.


Perubahan semacam ini biasanya menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan oleh masyarakat karena terjadinya di luar jangkauan sehingga pihak yang bersangkutan juga tidak menyiapkan antisipasi.


Pengertian perubahan sosial secara umum, pengertian perubahan sosial menurut parah ahli, teori perubahan sosial, faktor pendorong perubahan sosial, faktor penghambat perubahan sosial, ciri ciri perubahan sosial, dampak perubahan sosial, bentuk perubahan sosial, dll.


Boleh copy paste, tapi jangan lupa cantumkan sumber. Terimakasih


Pengertian Perubahan Sosial



WAWASAN NUSANTARA : Pengertian, Asas, Fungsi, Implementasi

Wawasan Nusantara – Wawasan nusantara penting dipelajari untuk setiap warga Indonesia khususnya bagi para pelajar. Pelajar Indonesia harus diperkenalkan mengenai wawasan nusantara sejak dini agar mengenal bagaimana dan apa itu negara Indonesia. Hal itu pastinya bertujuan agar tertanam benih nasionalisme pada jiwa setiap warga negara Indonesia.


Berikut ini penjelasan lengkap seputar wawasan nusantara. Mulai dari Pengertian wawasan nusantara, hakekat wawasan nusantara, latar belakang wawasan nusantara, konsep wawasan nusantara, asas wawasan nusantara, unsur dasar wawasan nusantara, implementasi wawasan nusantara, fungsi wawasantara, dll.


Pengertian Wawasan Nusantara


 Wawasan nusantara penting dipelajari untuk setiap warga Indonesia khususnya bagi para pel WAWASAN NUSANTARA : Pengertian, Asas, Fungsi, Implementasi

Pengertian Wawasan Nusantara


Wawasan nusantara berasal dari dua kata yaitu “wawasan” dan “nusantara. Secara harfiah kata wawasan berarti pandangan, penglihatan, tinjauan atau tanggap inderawi. Sementara itu, kata nusantara merupakan suatu kesatuan wilayah perairan dan gugusan pulau-pulau Indonesia yang terletak dinatara Samudera Pasifik dan Samudera Indonesia serta antara Benua Asia dan Australia.


Demikian wawasan nusantara bisa diartikan sebagai cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya sesuai dengan ide nasional yang dilandasi Pancasila dan UUD 1945.


Yang merupakan hasil aspirasi bangsa Indonesia yang merdeka, bermartabat, dan berdaulat serta tetap menjiwai tata hidup dan tindakan kebijaksanaannya dalam mencapai tujuan nasional.


Hakekat Wawasan Nusantara


 Wawasan nusantara penting dipelajari untuk setiap warga Indonesia khususnya bagi para pel WAWASAN NUSANTARA : Pengertian, Asas, Fungsi, Implementasi

Hakekat Wawasan Nusantara


Pada hakekatnya wawasan nusantara adalah cara pendang yang utuh serta menyeluruh dalam lingkup nusantara dan demi kepentingan nasional yang tanpa menghilangkan kepentingan kelompok, individu, dan daerah.


Wawasan nusantara hakekatnya juga merupakan dasar pengetahuan suatu bangsa untuk hidup di suatu negara agar tetap tercapai tujuan nasional dan tetap mengedepankan nilai persatuan. Oleh sebab itu setiap warga Indonesia harusnya mempunyai pengetahuan tentang bangsa dan negaranya sebagai suatu subtansi kehidupan berbangsa dan bernegara.


Latar Belakang Wawasan Nusantara


 Wawasan nusantara penting dipelajari untuk setiap warga Indonesia khususnya bagi para pel WAWASAN NUSANTARA : Pengertian, Asas, Fungsi, Implementasi

Latar Belakang Wawasan Nusantara


Kemunculan konsep dan pemikiran wawasan nusantara disebabkan banyak hal diantaranya adalah geografis, geopolitik, geostrategi, historis dan yuridis formal. Jadi, wawasan nusantara bukan muncul begitu saja sejak setelah Indonesia merdeka karena memang konsep dan pemikiran ini sudah dirancang sedemikian rupa untuk memberi pengertian bagi bangsa Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.


Secara geografis Indonesia merupakan negara yang besar, dimana memiliki sekitar 17.000 pulau baik kecil maupun besar. Pulau yang begitu banyaknya ada yang dihuni oleh penduduk dan ada pula yang tidak dihuni penduduk. Penduduk Indonesia juga memiliki keragaman suku bangsa yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke.


Penduduk Indonesia yang begitu banyaknya akan membawa dampak baik bagi negara Indonesia dengan pembinaan dan pengembangan yang baik dan strategis. Keterjaminan akan pendidikan dan kesehatan menjadi kunci sukses dalam pengembangan sumber daya manusia yang baik. Dengan demikian sumber daya manusia yang dimiliki kemudian bisa memberi manfaat bagi perkembangan dan kemajuan bangsa dan negara Indonesia.


Selain itu juga Indonesia mempunyai kekayaan alam yang begitu banyak dan melimpah seperti tambang, perkebunan, tanah pertanian, dan masih banyak lagi. Itu semua tersebar di seluruh wilayah Indonesia yang sangat bermanfaat untuk kehidupan warga dan negara Indonesia.


Kekayaan alam Indonesia yang lainnya adalah flora dan fauna yang tersebar di seluruh pulau di Indonesia. beberapa flora dan fauna tersebut ada yang bersifat endemik, sehingga hanya ada dan hidup di suatu tempat saja di Indonesia. Oleh sebab itu, ada flora dan fauna yang keberadaannya dilindungi oleh pemerintah agar tidak punah karena jumlahnya yang terbatas, bahkan semakin sedikit.


Demikian Indonesia sebenarnya bukan hanya tentang kekayaan alam dan manusia saja namun juga kedaulatan dan keutuhan bangsa. Oleh sebab itu bangsa Indonesia harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan.


Berdasarkan aspek historis wawasan nusantara masih berkaitan dengan pengalaman sejarah Indonesia sejak masa kerajaan hingga kemerdekaan. Mengingat dulu ada banyak kerajaan yang berdiri di wilayah Indonesia, seperti Kerajaan Majapahit.


Dari kerajaan Majapahit ini muncul nama nusantara yang mencakup seluruh wilayah yang Indonesia sekarang dan sekitarnya termasuk Malaysia dan Singapura yang menjadi wilayah kekuasaan Majapahit. Kemudian nama nusantara ini menjadi suatu konsep kewilayahaan hingga sekarang meskipun kini cakupannya sudah berbeda lagi.


Sejak saat itu nilai-nilai persatuan mulai muncul hingga kemudian masa kolonialisme itu membuat rasa persatuan dan kesatuan menjadi lebih erat. Bukan hanya terjadi di kalangan tertentu saja namun juga berbagai kelompok, suku, dan semua lapisan masyarakat Indonesia. Penguatan nilai persatuan bertujuan untuk melawan kolonialisme bangsa Eropa yang ada di beberapa wilayah di Indonesia.


Hingga akhirnya bangsa Indonesia bisa meraih kemerdekaan setelah sekian lama menjadi objek kolonialisme. Hal itu kemudian patut untuk dijadikan sebagai pembelajaran dalam memperkuat persatuan baik antar suku bangsa Indonesia maupun kedaulatan wilayah Indonesia.


Konsep Wawasan Nusantara


 Wawasan nusantara penting dipelajari untuk setiap warga Indonesia khususnya bagi para pel WAWASAN NUSANTARA : Pengertian, Asas, Fungsi, Implementasi

Konsep Wawasan Nusantara


Wawasan nusantara mempunyai beberapa kosep dasar untuk sebagai suatu cara pandang warga Indonesia dalam berbangsa dan bernegara diantaranya adalah:


1. Konsep Persatuan dan Kesatuan


Konsep ini mengandung makna bahwa adanya wawasan nusantara bertujuan untuk memperkuat nilai persatuan dan kesatuan antar suku banga di Indonesia. Warga Indonesia tidak perlu mempermasalahkan perbedaan daerah, bahasa, dan suku untuk menjaga persatuan Indonesia juga demi mencapai tujuan nasional.


2. Konsep Kebangsaan


Konsep ini mengandung makna bahwa negara ini terdiri dari berbagai komponen banga atau suku. Terbentuknya negara kesatuan Indonesia ini juga karena adanya kehendak serta perjuangan dari berbagai komponen warga Indonesia. Oleh sebab itu kita perlu untuk mengetahui tentang hal itu serta berusaha untuk menjaga persatuan bangsa dengan meningkatkan nilai persatuan melalui wawasan nusantara.


3. Konsep Bhineka Tunggal Ika


Bhineka Tunggal Ika mengandung makna bahwa Indonesia mempunyai beragam budaya dan masyarakat dengan latar belakang yang berbeda-beda. Semboyan tersebut bukan hanya sebuah kata yang mudah dan ringan diucapkan namun pada dasarnya harus diwujudkan dengan baik.


4. Konsep Negara Kepulauan


Indonesia merupakan negara kepulauan, dimana konsepnya adalah lautan yang ditaburi oleh pulau-pulau. Lautan pada dasarnya bisa dijadikan sebagai media persatuan. Pengetahuan tentang Indonesia sebagai negara kepulauan dan maritim menjadi pembelajaran setiap warga Indonesia.


5. Konsep Geopolitik


Geopolitik mengandung makna mengajak seluruh komponen warga Indonesia untuk memiliki pengetahuan dan persepsi tentang letak geografis Indonesia yang strategis. Letaknya yang strategis membuat Indonesia mendapat keuntungan dan beberapa ancaman dari luar. Oleh sebab itu semua komponen warga Indonesia harusnya mempunyai rasa persatuan untuk menjaga keutuhan wilayah Indonesia.


Asas Wawasan Nusantara


 Wawasan nusantara penting dipelajari untuk setiap warga Indonesia khususnya bagi para pel WAWASAN NUSANTARA : Pengertian, Asas, Fungsi, Implementasi

Asas Wawasan Nusantara


Asas wawasan nusantara merupakan suatu hal dasar yang harus ditaati, dipatuhi, diperlihara, serta diciptakan agar bisa mewujudkan bentuk ketaatan dalam komponen bangsa Indonesia berdasarkan suku maupun golongan yang bisa menciptakan suatu kesepakatan bersama. Berikut adalah asas wawasan nusantara:


1. Kepentingan yang Sama


Penyelenggaraan wawasan nusantara harus didasari dengan rasa kepentingan yang sama untuk mencapai tujuan dan cita-cita nasional.


2. Keadilan


Untuk mewujudkan tujuan dan cita-cita nasional tidak boleh merugikan pihak tertentu maupun mengutamakan kepentingan kelompok atau golongan sendiri. Seperti halnya itu harus tercermin ketika kita melakukan pergaulan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


3. Kejujuran


Dalam menjalankan wawasan nusantara harus didasari sifat dan sikap yang jujur. Artinya untuk mencapai suatu tujuan nasional semua komponen bangsa Indonesia harus berani berpikir, berkata, dan bertindak sesuai dengan kenyataan yang ada serta sesuai dengan ketentuan yang benar adanya.


4. Solidaritas


Rasa setia kawan atau solidaritas bisa menjadi kekuatan tersendiri untuk mewujudkan tujuan dan cita-cita nasional. Seperti halnya rela berkorban dan saling memberi antar sesama menjadi contoh sikap solidaritas dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


5. Kerjasama


Asas ini sangat penting untuk menjalankan wawasan nusantara sehingga bisa mewujudkan tujuan bersama dan cita-cita nasional. Sebab kebersamaan dan gotong royong ini akan memudahkan serta meringankan suatu pekerjaan termasuk dalam menghadapi tantangan terhadap implementasi wawasan nusantara.


6. Kesetiaan


Asas ini sangat penting ketika kita sudah membuat kesepakatan bersama untuk mencapai tujuan nasional yang menjadi dasar untuk memenuhi kesepakatan tersebut dengan berbagai usaha.


Unsur Dasar Wawasan Nusantara


 Wawasan nusantara penting dipelajari untuk setiap warga Indonesia khususnya bagi para pel WAWASAN NUSANTARA : Pengertian, Asas, Fungsi, Implementasi

Unsur Dasar Wawasan Nusantara


Sebagai cara pandang bangsa Indonesia, wawasan nusantara mempunyai beberapa unsur dasar yaitu wadah, isi, dan perlakuan.


1. Wadah


Wawasan nusantara menjadi wadah kehidupan masyarakat dalam berbangsa dan bernegara yang meliputi semua wilayah Indonesia yang mempunyai kekayaan alam serta penduduk yang beragam. Indonesia sebagai negara mempunyai lembaga dan organisasi kenegaraan yang menjadi wadah warga untuk bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


2. Isi


Wawasan nusantara merupakan menjadi aspirasi bagi bangsa Indonesia serta merupakan cita-cita juga tujuan nasional suatu bangsa dan negara sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945. Untuk mencapai cita-cita dan tujuan tersebut bangsa Indonesia harus mampu menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia di tengah keragaman budaya, sosial, politik, dan ekonomi hingga hankam.


Demikian unsur wawasan nuasantara yang itu berupa isi aspirasi bangsa untuk mencapai tujuan nasional.


3. Tingkah Laku


Kedua unsur wawasan nusantara di atas kemudian digabungkan menjadi suatu tingkah laku untuk mewujudkan cita-cita serta tujuan nasional. Secara umum tingkah laku dalam wawasan nusantara terdiri dari dua hal yaitu laku batiniyah dan laku lahiriyah.


Laku batiniyah merupakan cerminan jiwa, semangat, serta mentalitas yang baik dari suatu bangsa untuk mencapai tujuan dan cita-cita. Sementara itu, laku lahiriyah merupakan cerminan tindakan, perilaku, serta perbuatan suatu bangsa untuk mencapai cita-cita dan tujuan tertentu. Demikian, kedua laku tersebut harus bisa berjalan dengan baik secara bersama-sama agar tercipta keseimbangan dalam pengamalan wawasan nusantara.



Implementasi Wawasan Nusantara


Penerapan wawasan nusantara harus tercermin dalam pola pikir, bersikap, hingga perbuatan. Pada dasarnya penerapan wawasan nusantara bisa lakukan dalam berbagai kehidupan bermasyarakat dan bernegara baik di bidang sosial, budaya, politik, maupun ekonomi.


1. Bidang Sosial Budaya


 Wawasan nusantara penting dipelajari untuk setiap warga Indonesia khususnya bagi para pel WAWASAN NUSANTARA : Pengertian, Asas, Fungsi, Implementasi

Implementasi Wawasan Nusantara


Yaitu menciptakan laku batiniyah maupun lahiriyah dalam menghadapi keragaman sosial masyarakat dan kebudayaan Indonesia. Sikap hormat dan saling menghargai setiap perbedaan yang ada merupakan implementasi wawasan nusantara. Sebab keragaman dan perbedaan di Indonesia tidak bisa dipungkiri oleh masyarakat.


2. Bidang Politik


 Wawasan nusantara penting dipelajari untuk setiap warga Indonesia khususnya bagi para pel WAWASAN NUSANTARA : Pengertian, Asas, Fungsi, Implementasi

Implementasi Wawasan Nusantara


Yaitu menciptakan iklim perpolitikan Indonesia yang dingin dan bermartabat sebagaimana yang telah tertera dalam Undang-Undang tentang pemilu dan penyelenggaraan kenegaraan lainnya. Selain itu juga harus mampu menciptakan pemerintahan yang kuat, bersih, dan dapat dipercaya serta tetap mengedepankan kepentingan bangsa dan negera.


3. Bidang Ekonomi


 Wawasan nusantara penting dipelajari untuk setiap warga Indonesia khususnya bagi para pel WAWASAN NUSANTARA : Pengertian, Asas, Fungsi, Implementasi

Implementasi Wawasan Nusantara


Yaitu senantiasa warga Indonesia berusaha memanfaatkan kekayaan alam yang dimiliki dengan sebaik mungkin serta tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup. Kekayaan alam serta letak geografis Indonesia yang strategis bisa dimanfaatkan dengan maksimal untuk kebutuhan perekonomian negara maupun masyarakat.


4. Bidang Keamanan dan Ketahanan Nasional


 Wawasan nusantara penting dipelajari untuk setiap warga Indonesia khususnya bagi para pel WAWASAN NUSANTARA : Pengertian, Asas, Fungsi, Implementasi

Implementasi Wawasan Nusantara


Yaitu senantiasa menumbuhkan rasa cinta tanah air serta membentuk sikap rela membela tanah air. Hal ini khususnya harus ditanamkan bagi warga Indonesia yang berada di perbatasan mengingat keamanan di sana tidak cukup terjamin.



Fungsi Wawasan Nusantara


 Wawasan nusantara penting dipelajari untuk setiap warga Indonesia khususnya bagi para pel WAWASAN NUSANTARA : Pengertian, Asas, Fungsi, Implementasi

Fungsi Wawasan Nusantara


Wawasan nusantara mempunyai beberapa fungsi dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, maupun bernegara. Diantaranya adalah fungsi pedoman, motivasi, rambu-rambu dalam mengambil kebijakan, keputusan, tindakan hingga perbuatan.


wawasan nusantara merupakan pedoman bagi bangsa Indonesia dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebab dengan mengetahui banyak tentang kebangsaan dan kenegaraan Indonesia ini bisa membuat warga Indonesia mengerti tentang keragaman bangsa, kekayaan, dan sejarah panjang Indonesia yang bisa menjadi pembelajaran di kemudian hari.


Wawasan nusantara mempunyai fungsi sebagai motivasi atau dorongan bagi bangsa Indonesia untuk tetap mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi mengingat perjuangan para pahlawan dan pendiri bangsa dulu yang berjuang demi kemerdekaan serta kesatuan bangsa Indonesia.


Selain itu juga sebagai motivasi bagi generasi bangsa untuk terus berkaryadan berinovasi dengan memanfaatkan peluang dan sumber daya alam yang begitu melimpah dengan sebaik mungkin. Hal itu pastinya juga harus didasari dengan batasan tertentu serta tetap mengutamakan kebutuhan dan kepentingan bangsa dan negara.


Wawasan nusantara berfungsi sebagai rambu-rambu dalam mengambil kebijakan, keputusan, serta tindakan karena memang sejarah panjang menuju Indonesia yang merdeka dan bersatu terdapat banyak sekali hal dan kejadian yang bisa menjadi pembelajaran bangsa Indonesia.


Demikian pula dengan kondisi geografis yang strategis ini bisa menjadi acuan dalam merencanakan suatu strategi politik dan geostrategi. Mengingat kondisi geografis yang strategis tidak serta merta membawa keuntungan salalu bagi negara Indonesia karena juga ada beberapa hal yang bisa menjadi ancaman bagi kedaulatan wilayah Indonesia khususnya dari luar.


Bentuk Penerapan Wawasan Nusantara di Indonesia


 Wawasan nusantara penting dipelajari untuk setiap warga Indonesia khususnya bagi para pel WAWASAN NUSANTARA : Pengertian, Asas, Fungsi, Implementasi

Bentuk Penerapan Wawasan Nusantara di Indonesia


Wawasan nusantara sebagai cara pandang bangsa Indonesia dengan melihat dari berbagai aspek seperti sosial, ekonomi, poltik, budaya, hingga pertahanan dan keamanan merupakan dasar bagi bangsa Indonesia untuk menyelesaikan beberapa masalah yang terjadi di Indonesia. Selain itu juga untuk mengantisipasi ancaman yang muncul dari dalam maupun luar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Setelah Indonesia merdeka sebagai bangsa dan negera wawasan nusantara ini sudah diterapkan dalam berbagai bentuk. Bentuk yang paling nyata dan penting adalah di bidang politik kewilayahan.


Pada forum Internasional kawasan laut Indonesia memperoleh pengakuan mengenai intergasi teriterial yang sering disebut dengan Laut Nusantara. Sebelumnya kawasan laut nusantara tersebut sering dianggap sebagai kawasan laut bebas yang bisa dilalui serta diambil kekayaannya oleh negara lain dengan begitu saja.


Selain itu juga adanya konsep landasan kontinental Indonesia dan Zona Ekslusif Indonesia (ZEE) yang membawa banyak keuntungan bagi Indonesia khususnya di bidang ekonomi.


Dengan demikian, Indonesia bisa memanfaatkan kekayaan alam yang lautan Indonesia dengan baik dan maksimal. Adanya landasan kontinental juga menjadikan luas wilayah Indonesia menjadi bertambah.


Pertambahan luas wilayah Indonesia tersebut nyatanya juga diterima dengan baik oleh negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, India, Australia, hingga Papua Nugini.


Hal itu juga bisa membuka hubungan antar negara dan saling memberi akomodasi untuk kepentingan negara tetangga seperti di bidang perikanan maupun lalu lintas dari laut.


Jauh sebelum itu ada Deklarasi Juanda taun 1957 yang menerapkan asas kelautan yang memandang kepulauan Indonesia sebagai satu kesatuan yaang utuh. Hal itu kemudian dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 4/PRP/1960.


Beberapa isi Undang-Undang tersebut mengatakan bahwa perairan Indonesia adalah lautan wilayah beserta pedalaman atau perairan nusantara. Laut wilayah nusantara adalah jalur melebar sebanyak 12 mil laut dari pulau-pulau yang terluar yang dihubungkan garis lurus antara satu dengan yang lainnya.


Selain itu jika ada selat yang lebarnya kurang dari 24 mil laut dan Republik Indonesia bukan merupakan satu-satunya negara tepi (ada negara tetangga), maka garis batas laut wilayah ditarik pada tengah selat.


Perairan nusantara adalah semua perairan yang terletak pada sisi dalam garis dasar. Ada juga hak lintas laut damai kapal perang asing yang diakui dan dijamin sepanjang tidak mengganggu keamanan dan keselamatan negara dan bangsa.


Demikian beberapa bentuk implementasi wawasan nusantara tersebut membuat Indonesia menjadi suatu negara yang benar-benar berdaulat. Selain itu penerapan wawasan nusantara telah mempunyai landasan hukum yang tepat.


Pengertian wawasan nusantara, hakekat wawasan nusantara, latar belakang wawasan nusantara, konsep wawasan nusantara, asas wawasan nusantara, unsur dasar wawasan nusantara, implementasi wawasan nusantara, fungsi wawasantara, dll.



Boleh copy paste, tapi jangan lupa cantumkan sumber. Terimakasih


Wawasan Nusantara



INTEGRASI NASIONAL : Pengertian, Pendorong, Penghambat, Contoh

Pengertian Integrasi Nasional – Ketika kita berbicara tentang persatuan dalam suatu negara, pasti tidak bisa terlepas dengan istilah integrasi nasional. dalam kehidupan berbangsa dan bernegara integrasi nasional menjadi suatu hal yang penting, terlebih di Indonesia yang mempunyai beragam suku dan latar belakang masyarakat yang berbeda.


Integrasi nasional harus diterapkan dengan baik di Indonesia untuk mempertahankan kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Selain itu juga menjaga nilai persatuan juga kesatuan bangsa melalui empat pilar yaitu Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, dan UUD 1945.


Berikut ini penjelasan lengkap seputar integrasi nasional. Mulai dari Pengertian integrasi nasional, syarat integrasi nasional, jenis integrasi nasional, faktor pendorong integrasi nasional, faktor penghambat integrasi nasional, contoh integrasi nasional, dll.


Pengertian Integrasi Nasional Secara Umum


 Ketika kita berbicara tentang persatuan dalam suatu negara INTEGRASI NASIONAL : Pengertian, Pendorong, Penghambat, Contoh

Pengertian Integrasi Nasional Secara Umum


Secara etimologi, integrasi nasional berasal dari bahasa Latin yaitu Integrate yang artinya memberi tempat bagi unsur tertentu demi mewujudkan suatu keseluruhan. Sementara itu, kata Nasional berasal dari bahasa Inggris yaitu Nation yang artinya bangsa. Jadi istilah Nasional ini mengandung beberapa pengertian yaitu kebangsaan dan bersifat bangsa sendiri.


Secara umum integrasi nasional secara politis adalah penyatuan berbagai kelompok sosial dan budaya dalam kesatuan wilayah nasional yang membentuk suatu identitas nasional. Sementara itu, secara antropologis, integrasi nasional adalah proses penyesuaian antara unsur-unsur kebudayaan yang beranekaragam untuk mencapai suatu keserasian fungsi dalam kehidupan bermasyarakat.


Integrasi nasional juga dapat diartikan sebagai suatu usaha maupun proses yang memiliki tujuan untuk mempersatukan perbedaan – perbedaan yang ada pada suatu negara sehingga dapat tercapai keserasian dan keselarasan secara nasional.


Dari berbagai uraian mengenai pengertian integrasi nasional dapat disimpulkan bahwa integrasi nasional merupakan bentuk persatuan dan kesatuan antara beragam kelompok sosial dan budaya dalam suatu negera yang bertujuan untuk mewujudkan keserasian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Pengertian Integrasi Nasional Menurut Ahli


 Ketika kita berbicara tentang persatuan dalam suatu negara INTEGRASI NASIONAL : Pengertian, Pendorong, Penghambat, Contoh

Pengertian Integrasi Nasional Menurut Ahli


Beberapa ahli juga mengemukakan tentang pengertian integrasi nasional, diantaranya adalah:


1. Menurut Arfani Integrasi nasional adalah pembentukan suatu identitas nasional dan penyatuan berbagai kelompok sosial dan budaya ke dalam suatu kesatuan wilayah.


2. Menurut Saafroedin Bahar pengertian integrasi nasional adalah upaya menyatukan seluruh unsur suatu negara dengan pemerintah dan wilayahnya. Mengintegrasikan berarti membuat untuk atau menempurnakan dengan jalan menyatukan unsur-unsur yang awalnya terpisah.


3. Menurut Nazaruddin Sjamsuddin, integrasi nasional adalah proses penyatuan suatu bangsa yang mencakup semua aspek kehidupan yaitu sosial, politik, ekonomi, dan budaya.


4. J. Soedjati Djiwandono mengatakan bahwa pengertian integrasi nasional adalah cara bagaimana kelestarian persatuan nasional yang dalam arti luasnya dapat didamaikan dengan hak menentukan nasib sendiri.


Soedjati juga berpendapat bahwa integrasi nasional Indonesia adalah hasrat dan kesadaran untuk bersatu sebagai suatu bangsa, menjadi satu kesatuan bangsa resmi, serta direalisasikan dalam satu kesepakatan nasional melalui sumpah pemuda pada 28 Oktober 1928.


5. Myron Weiner mengatakan bahwa integrasi nasional adalah proses penyatuan dari berbagai kelompok sosial dan budaya dalam satu kesatuan wilayah dan dalam suatu identitas nasional. Demikian, menurutnya integrasi itu ada lima jenis yaitu integrasi nasional, integrasi wilayah, integrasi nilai, integrasi elit-massa, dan integrasi tingkah laku.


6. Menurut Howard Wriggins integrasi nasional adalah penyatuan bagian yang berbeda-beda dari suatu masyarakat menjadi suatu kesatuan yang lebih utuh atau memadukan beberapa masyarakat kecil menjadi suatu kesatuan.


Syarat Integrasi Nasional


 Ketika kita berbicara tentang persatuan dalam suatu negara INTEGRASI NASIONAL : Pengertian, Pendorong, Penghambat, Contoh

Syarat Integrasi Nasional


Agar tercipta suatu integrasi nasional, suatu bangsa ataupun negara harus mempunyai beberapa hal yang kuat adan pokok. Berikut adalah syarat integrasi nasional:


1. Kesadaran


Rasa kesadaran merupakan hal yang penting dalam mewujudkan integrasi nasional, khsusunya kesadaran akan perbedaan dan saling menghargai antara satu dengan yang lainnya. Selain itu juga adanya rasa kesadaran akan pentingnya saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


2. Adanya Konsensus Bersama


Untuk masyarakat yang majemuk seperti Indonesia ini, pastinya ada suatu kesepakatan atau konsensus bersama mengenai aturan dan nilai dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal itu bertujuan agar keragaman tidak menjadi penghalang untuk mewujudkan nilai persatuan dan kesatuan.


3. Adanya Nilai dan Norma


Dalam suatu kehidupan berbangsa dan bernegara pastinya ada nilai dan norma yang harus ditaati oleh setiap anggotanya. Hal itu memang sudah menjadi kesepakatan bersama sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari maupun bernegara.


Nilai dan norma tersebut sebenarnya ada yang berbeda antara suatu kelompok dengan yang lainnya. Namun, untuk nilai dan norma yang sama itu seringkali dalam skala nasional yang sifatnya universal atau menyeluruh bagi setiap masyarakat meskipun mereka juga beragam.


Jenis Integrasi Nasional


 Ketika kita berbicara tentang persatuan dalam suatu negara INTEGRASI NASIONAL : Pengertian, Pendorong, Penghambat, Contoh

Jenis Integrasi Nasional


Integrasi nasional sebenarnya bisa diterapkan dalam beragam bentuk atau jenis. Hal itu tergantung pada situasi ataupun kondisi suatu masyarakat atau negara yang ada. Begitu pula dengan caranya yang berbeda-beda pula. Berikut adalah jenis integrasi nasional yang juga menjadi strategi terwujudnya integrasi:


1. Asimilasi


Asimilasi merupakan proses percampuran dua kebudayaan atau lebih menjadi satu kebudayaan yang baru yang sifatnya melebur, sehingga kebudayaan yang baru terbentuk tidak memeiliki ciri-ciri kedua atau lebih kebudayaan pembentuknya.


Dalam hal ini, negara berusaha meleburkan beberapa kebudayaan agar dijadikan menjadi satu kebudayaan yang sifatnya lebih mudah diterima oleh semua masyarakat. Pastinya hal itu bertujuan untuk mewujudkan integrasi nasional di tengah keberagaman budaya dan sosial masyarakat. Cara ini cukup efektif untuk mencegah adanya saling klaim ataupun sifat etnosentrisme yang berlebihan.


2. Akulturasi


Akulturasi adalah percampuran dua macam atau lebih kebudayaan menjadi satu kebudayaan baru denga tidak menghilangkan sifat atau ciri-ciri budaya yang asli pembentuknya. Hal ini bisa diterapkan dalam suatu negara untuk menciptakan integrasi nasional di tengah keragaman budaya masyarakat.


Pemerintah atau negara bisa menjadikan cara ini sebagai suatu hal yang cukup inovatif dalam menciptakan persatuan dan kesatuan masyarakatnya. Meskipun demikian juga tetap menghargai dan memelihari nilai-nilai budaya tertentu dengan baik sebagai bentuk identitas budaya maupun sosial.


3. Pluralis


Pluralis merupakan paham yang menghargai adanya perbedaan dalam masyarakat ataupun negara. Paham ini berusaha mewujudkan integrasi nasional dengan cara memberi kesempatan bagi semua unsur perbedaan yang ada di masyarakat untuk lebih maju dan berkembang.


Bisa dikatakan paham ini sangat demokratis dan sangat tepat untuk diterapkan di Indonesia. Usaha pemberian kesempatan untuk setiap unsur keragaman yang ada tersebut didasarkan pada hak masing-masing komponen, sehingga semua bebas melakukannya dengan baik dan tidak melanggar norma dan nilai persatuan dan kesatuan.


4. Normatif


Integrasi normatif ini terwujud karena adanya norma-norma tertentu yang telah disepakati oleh masyarakat. Dengan berlakunya norma tersebut artinya masyarakat telah bersatu dan sepakat untuk menjalankan dan menaatinya. Jadi, adanya norma tertentu bisa mempersatukan masyarakat yang beragam di suatu negara.


5. Instrumental


Integrasi nasional dalam bentuk instrumental ini terlihat sangat nyata karena memang dari fisik orang atau masyarakat. Hal itu bisa terbentuk karena adanya kesamaan atau keseragaman antar individu atau kelompok dalam lingkungan hidup.


6. Fungsional


Integrasi fungsional terbentuk karena adanya kesamaan fungsi tertentu dalam suatu masyarakat. Mereka yang merasa mempunyai kesamaan fungsi atau peran cenderung mudah bersatu dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


7. Koersif


Integrasi koersif ini terjadi karena adanya paksaan dari pihak penguasa atau pemerintah. Jadi, sifatnya tidak secara suka rela ketika bersatu dalam suatu hal. Integrasi semacam ini pastinya tidak bisa bertahan lama dan kuat karena memang sifatnya yang terpaksa.



Faktor Pendorong Integrasi Nasional


 Ketika kita berbicara tentang persatuan dalam suatu negara INTEGRASI NASIONAL : Pengertian, Pendorong, Penghambat, Contoh

Faktor Pendorong Integrasi Nasional


 


Terciptanya suatu integrasi nasional biasanya didorong oleh beberapa hal, khususnya yang berkaitan dengan rasa persamaan. Berikut adalah faktor pendorong terciptanya integrasi nasional:


1. Rasa Senasib-Seperjuangan


Faktor ini merupakan hal yang sangat realistis dan sering terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Seperti halnya pada masa kolonialisme dulu di Indonesia banyak sekali masyarakat yang berasal dari berbagai kalangan maupun suku bersatu, bersama-sam melawan kolonialisme Belanda.


Mereka tidak mempedulikan perbedaan yang ada termasuk perbedaan usia dan agama. Hal itu disebabkan karena mereka mempunyai rasa senasib yaitu sama-sama dijajah dan seperjuangan yaitu sama-sama berjuang melawan kolonialisme. Mereka menggunakan berbagai cara dari diplomasi hingga perang fisik juga melalui organisasi-organisasi tertentu. Hingga akhirnya masyarakat Indonesia berhasil memproklamirkan diri sebagai bangsa dan negara yang merdeka pada 17 Agustus 1945.


2. Pemaknaan Ideologi Nasional


Setiap negara mempunyai ideologi tersendiri sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk Indonesia dengan Pancasilanya. Ideologi pancasila ini tidak bisa digantikan dengan ideologi lain karena memang itu merupakan keputusan final yang telah dirancang oleh founding father kita sebagai pandangan hidup.


Meskipun Indonesia mempunyai banyak perbedaan atau keragaman, namun bisa tetap bersatu karena masyarakat senantiasa menanmkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Jadi, setiap masyarakat Indonesia mempunyai pemaknaan yang relatif sama terhadap ideologi Pancasila.


3. Keinginan Bersatu


Tidak semua perbedaan membuat perpecahan, justru sebaliknya keragaman itu membawa suatu masyarakat pada suatu keinginan untuk bersatu. Keinginan tersebut salah satunya bertujuan untuk memperkuat suatu kelompok maupun negara. Mengingat persatuan merupakan cita-cita atau nilai-nilai dalam Pancasila yang harus diterapkan dalam kehidupan.


Seperti halnya ketika terjadi peristiwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Para pemuda Indonesia yang berasal dari berbagai daerah, suku, dan latarbelakang bersatu mengucapkan sumpah yang bertujuan membentuk persatuan bangsa, negara, dan bahasa Indonesia.


4. Antisipasi Ancaman Luar


Ancaman dari luar bisa mempersatukan kelompok atau bangsa dalam suatu negera. Indonesia sudah sekian lama merdeka dengan beragam kebudayaan dan bentangan wilayah yang berdaulat. Hal itu memungkinkan terjadinya suatu ancaman dari luar seperti pengambilan wilayah atau pulau paling luar.


Hal itu menjadi kekuatan tersendiri bagi bangsa Indonesia untuk tetap bersatu dan mempertahankan kedaulatan wilayah Indonesia. Begitu pula dengan masalah kebudayaan, dimana masyarakat Indonesia cenderung fanatik dengan hal-hal yang berkaitan dengan budaya. Ketika suatu budaya yang sudah lama berkembang di Indonesia kemudian diklaim oleh negara lain, hal itu akan membuat bangsa Indonesia terusik dan menjadi bersatu untuk mempertahankan eksistensi kebudayaan tersebut.


Faktor Penghambat Integrasi Nasional


 Ketika kita berbicara tentang persatuan dalam suatu negara INTEGRASI NASIONAL : Pengertian, Pendorong, Penghambat, Contoh

Faktor Penghambat Integrasi Nasional


Terciptanya suatu integrasi nasional juga bisa terhambat akibat beberapa hal. Terlebih lagi dengan negara Indonesia yang mempunyai beragam perbedaan dan bentangan wilayah yang sangat luas. Hal itu pastinya menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Berikut adalah beberapa faktor penghambat integrasi nasional:


1. Kurangnya Penghargaan Terhadap Kemajemukan


Tidak semua orang bisa memahami dan menghargai perbedaan yang ada. Mereka cenderung sulit untuk diajak mewujudkan persatuan dan kesatuan di tengah keragaman bangsa. Padahal kemajemukan sendiri merupakan kekayaan bangsa yang tidak ternilai harganya.


Oleh sebab itu, setiap masyarakat perlu memahami arti toleransi dan semacamnya, khususnya di Indonesia ini. Hal itu mengingat bahwa realita yang ada Indonesia mempunyai beragam agama dan budaya. Setiap orang atau kelompok masyarakat mempunyai agama ataupun kebudayaan yang berbeda-beda. Begitu pula mereka tidak bisa dipaksa dan tidak bisa di samakan mengenai hal itu.


2. Kuatnya Paham Etnosentrisme


Beberapa orang ataupun masyarakat di suatu daerah masih memegang teguh paham etnosentrisme. Paham ini menganggap bahwa etnis tertentu jauh lebih baik dan dominan dari yang lainnya. Hal ini biasanya terjadi dalammasyarakat pedalaman atau tradisional yang sulit pula dirubah cara pandang dan berpikirnya. Hal itu kemudian menyebabkan sulitnya terjadi integrasi nasional.


Oleh karena itu, paham nasionalisme perlu ditingkatkan dan disebarluaskan di seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Paham nasionalisme bukan hanya diberikan melalui pendidikan atau pengajaran saja, namun juga dalam bentuk prakteknya khususnya untuk yang masih dasar.


3. Ketimpangan Pembangunan


Pembangunan dalam suatu negara belum tentu mengalami kemerataan. Ada beberapa daerah atau wilayah yang masih sangat jauh dari kata sejahtera atau makmur. Demikianlah yang disebut dengan ketimpangan pembangunan dan hal itu menjadi penghambat terciptanya integrasi nasional.


Masyarakat yang berada di wilayah yang cukup tertinggal akibat ketimpangan pembangunan, cenderung acuh dengan rasa persatuan nasional. Bahkan bisa membuat masyarakat tersebut menentang pemerintah. Hal itu kemudian bisa menimbulkan perpecahan antara pemerintah dengan masyarakat tertentu.


Agar hal itu tidak terjadi, sebaiknya pemerintah berusaha memeratakan pembangunan yang ada, khususnya untuk daerah yang tertinggal dan terluar. Tujuannya bukan hanya untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk, namun juga untuk mempersatukan dan mempererat hubungan antara pemerintah dengan masyarakat.



Contoh Integrasi Nasional Indonesia


 Ketika kita berbicara tentang persatuan dalam suatu negara INTEGRASI NASIONAL : Pengertian, Pendorong, Penghambat, Contoh

Contoh Integrasi Nasional Indonesia


Sejak awal Indonesia berdiri sebagai negara kesatuan yang berdaulat, para pendiri bangsa ini menghendaki adanya persatuan Indonesia yang diwujudkan dengan menghargai perbedaan yang ada. Artinya terwujudnya integrasi nasional di Indonesia sudah ada sejak lama dengan tetap memberi kesempatan kepada unsur-unsur perbedaan yang ada.


Seperti halnya pada masa proses pengesahan pembukaan UUD (Undang-Undang Dasar) 1945 oleh PPKI pada 18 Agustus 1945, dimana bahannya diambil dari Piagam Jakarta dan di dalamnya terdapat rumusan Pancasila pernah menuai pro dan kontra antar sesama anggota PPKI. Pro dan kontra tersebut khususnya terkait dengan bunyi sila pertama yaitu “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”.


Hal itu dirasa keberatan bagi beberapa anggota PPKI lainnya khususnya yang non-islam. Kemudian para pendiri bangsa lainnya berusaha menggantinya agar lebih demokratis dalam hal beragama untuk sila pertama tersebut. Dengan demikian, para pendidi bangsa telah mengesampingkan masalah perbedaan yang ada demi mewujudkan negara yang dapat melindungi segenap rakyat Indonesia.


Adapun penggantinya bunyi sila tersebut adalah “ Ketuhanan yang Maha Esa”. Dengan demikian bunyi sila ini tidak bersifat memaksa dan menghargai perbedaan, khususnya keragaman agama yang ada dan berkembang di Indonesia.


Hal itu pastinya juga mengingat semboyan negara Indonesia yaitu Bhineka Tunggal Ika yang artinya meskipun berbeda-beda tetapi tetap satu. Keragaman bukan hal yang menjadi penghalang bagi kita untuk mewujudkan integrasi nasional, justru sebaliknya sebaiknya jadikan sebagai kekuatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal itu nyatanya sudah dibuktikan oleh Founding Father Indonesia sejak lama.


Pengertian integrasi nasional, syarat integrasi nasional, jenis integrasi nasional, faktor pendorong integrasi nasional, faktor penghambat integrasi nasional, contoh integrasi nasional, dll.



Boleh copy paste, tapi jangan lupa cantumkan sumber. Terimakasih


Pengertian Integrasi Nasional



PENGERTIAN KEBUDAYAAN : Unsur Unsur, Fungsi, Wujud, Contoh

Pengertian Kebudayaan – Dalam hidupnya, manusia tak pernah lepas dari kebudayaan dan adat istiadat. Budaya juga berfungsi sebagai identitas dan ciri khas. Untuk itu, keberadaannya amatlah penting. Tak heran jika setiap kelompok atau golongan masyarakat tertentu memiliki budayanya yang berbeda – beda.


Kata kebudayaan diambil dari Bahasa Sansekerta, yakni “buddhayah” yang artinya adalah hal – hal yang memiliki arti budi dan akal manusia. Secara garis besar, maksudnya adalah dengan budi dan akal, manusia dapat melangsungkan kehidupan. Budaya bersifat turun temurun, dari generasi ke generasi terus diwariskan. Ingin tahu lebih lanjut? Disini akan dibahas mengenai konsep kebudayaan serta contohnya.


Berikut penjelasan lengkap seputar kebudayaan. Mulai dari Pengertian kebudayaan, unsur unsur kebudayaan, ciri ciri kebudayaan, wujud kebudayaan, fungsi kebudayaan, contoh kebudayaan di Indonesia, dll.


Pengertian Kebudayaan Secara Umum


 manusia tak pernah lepas dari kebudayaan dan adat istiadat PENGERTIAN KEBUDAYAAN : Unsur Unsur, Fungsi, Wujud, Contoh


Pengertian Kebudayaan Secara Umum



Pengertian secara umum tentang budaya dapat beraneka macam. Akan tetapi, berakhir pada intinya yang hanya satu yaitu cara hidup yang dimiliki bersama oleh kelompok masyarakat tertentu. Terbentuk dari banyak unsur dan menyeluruh. Walaupun tidak ada aturan tertulisnya, budaya dapat bersifat memaksa sekaligus memberikan pedoman untuk berperilaku supaya kehidupan lebih bermartabat dan bersahaja.


Kebudayaan merupakan hasil dari karya cipta, rasa, dan karsa manusia. Lingkupnya mencakup banyak aspek kehidupan seperti hukum, keyakinan, seni, adat atau kebiasaan, susila, moral, dan juga keahlian. Kehadirannya mampu mempengaruhi pengetahuan seseorang, gagasan, dan ide meskipun budaya berwujud abstrak.


Pengertian Kebudayaan Menurut Para Ahli


 manusia tak pernah lepas dari kebudayaan dan adat istiadat PENGERTIAN KEBUDAYAAN : Unsur Unsur, Fungsi, Wujud, Contoh


Pengertian Kebudayaan Menurut Para Ahli



Definisi mengenai kebudayaan juga dikemukakan oleh para ahli. Mungkin bahasan dari pakar ini akan mampu membuat Anda lebih memahami arti dari kebudayaan dengan lebih mudah.


1. Koentjaraningrat


Menurut beliau, kebudayaan merupakan keseluruhan perilaku dari manuasia dan hasil yang diperoleh melalui proses belajar dan segalanya tersusun dalam kehidupan masyarakat.


2. Ki Hajar Dewantara


Kebudayaan menurut Ki Hajar Dewantara didefinisikan sebagai buah budi manusia, yang merupakan hasil dari dua pengaruh besar yaitu alam dan kodrat masyarakat. Ini juga merupakan sebuah bukti kejayaan kehidupan manusia untuk dapat mengatasi kesulitan di dalam hidupnya agar keselamatan dan kebahagyaan bisa tercapai. Nantinya, sifat tertib dan damai juga akan terlahir dari sini.


3. Soelaeman Soenardi dan Selo Soemardjan


Menurut dua pakar tersebut kebudayaan merupakan semua hasil karya, cipta, dan rasa dari masyarakat. Karya – karya tersebut menghasilakn teknologi serta kebudayaan berwujud benda dan jasmaniah yang diperlukan oleh umat manusia untuk dapat menguasai alam supaya hasilnya bisa digunakan untuk diabdikan bagi keperluan masyarakat.


4. Dr. Mohammad Hatta


Menurut beliau, pengertian kebudayaan adalah ciptaan hidup dari suatu bangsa.


5. Parsudi Suparlan


Definisi kebudayaan adalah semua pengetahuan manusia yang merupakan makhluk sosial yang dipakai untuk dapat memahami dan sebagai interpretasi dari lingkungan dan pengalamannya. Kebudayaan juga dipakai untuk andasan dalam bertingkah laku.


6. Haji Agus Salim


Beliau mengemukakan bahwa kebudayaan adalah persatuan dari istilah budi dan daya agar menjadi makna satu jiwa yang tidak dapat dipisah – pisahkan.


7. Effat Al – Syarqawi


Menurutnya, arti dari kebudayaan merupakan sebuah khazanah sejarah bangsa yang dicerminkan pada pengakuan dan nilai – nilai di dalamnya, yakni nilai – nilai yang dapat menggariskan sesuatu untuk kehidupan, tujuan ideal, dan makna secara rohaniah yang dalam, serta bebas dari ruang dan waktu.


8. Harjoso


Harjoso menguraikan arti kebudayaan menjadi beberapa poin, seperti berikut ini:


– Kebudayaan dalam msyarakat memiliki perbedaan dari yang satu ke yang lainnya

– Kebudayaan diteruskan dan bisa diajarkan

– Kebudayaan dapat diuraikan menjadi komponen biologis, psikologis, dan sosiologis dari keberadaan manusia

– Kebudayaan memiliki struktur dan cara tertentu

– Kebudayaan bisa dibagi atas aspek – aspek sosial dan psikologis

– Kebudayaan memiliki sifat yang dinamis

– Nilai pada kebudayaan mempunyai sifat yang relatif, dari satu masyarakat ke masyarakat yang lain bisa berbeda – beda.


Unsur Unsur Kebudayaan


 manusia tak pernah lepas dari kebudayaan dan adat istiadat PENGERTIAN KEBUDAYAAN : Unsur Unsur, Fungsi, Wujud, Contoh


Unsur Unsur Kebudayaan



Kebudayaan secara universal atau keseluruhan memiliki unsur – unsur tertentu, menurut C.Kluckhohn dapat diuraikan sebagai berikut ini:


1. Unsur Bahasa


 manusia tak pernah lepas dari kebudayaan dan adat istiadat PENGERTIAN KEBUDAYAAN : Unsur Unsur, Fungsi, Wujud, Contoh


Unsur Unsur Kebudayaan



Bahasa merupakan cara ucap manusia. Pengucapan yang elok dan merupakan salah satu elemen yang sudah menjadi tradisi. Terus menerus diturun temurunkan sehingga antar manusia di suatu kelompok atau daerah atau bangsa dapat melakukan komunikasi dengan cara mereka sendiri. Bahasa juga digunakan untuk mengadaptasi tradisi. Dibagi menjadi dua, yaitu bahasa ucapan dan bahasa tulisan.


Contohnya, di Indonesia terdiri dari banyak pulau, adat, suku, dan kelompok etnis. Ada Jawa, Bugis, Dayak, Batak, dan lain – lain. Dari masing – masingnya itu mempunyai bahasa sendiri – sendiri dan berbeda dari bahasa yang lainnya.


2. Sistem Kepercayaan


 manusia tak pernah lepas dari kebudayaan dan adat istiadat PENGERTIAN KEBUDAYAAN : Unsur Unsur, Fungsi, Wujud, Contoh


Unsur Unsur Kebudayaan



Sistem ini sangat penting karena merupakan salah satu yang dijadikan pegangan oleh manusia dalam menjalani kehidupannya. Selain itu, kepercayaan juga akan menghubungkan manusia dengan penciptanya, membuat hal – hal yang terlihat mustahil bisa diterima akal sebagai wujud keajaiban dan anugrah dari Tuhan.


Contohnya, Ababil tinggal di Aceh yang notabene masyarakatnya mayoritas adalah muslim. Ia pun menjalani kehidupan sebagai seorang yang beraga islam. Ababil melaksanakan solat lima waktu di masjid, berpuasa menahan haus dan lapar saat Ramadhan, dan setiap hari dia pun berdoa mengharapkan semua yang ia cita – citakan dapat tercapai. Ia percaya bahwa Tuhan akan mengabulkan permohonannya.


3. Ilmu pengetahuan


 manusia tak pernah lepas dari kebudayaan dan adat istiadat PENGERTIAN KEBUDAYAAN : Unsur Unsur, Fungsi, Wujud, Contoh


Unsur Unsur Kebudayaan



Sistem pengetahuan dibutuhkan dalam kebudayaan untuk memenuhi rasa ingin tahu manusia terhadap suatu hal. Ilmu ada bermacam – macam dan memiliki peran tersendiri di setiap bidangnya. Dengan adanya ilmu pengetahuan kehidupan manusia bisa terbantu dan lebih maju dari waktu ke waktu. Tanpanya, kehidupan tidak akan berlangsung sampai seperti hari ini.


Sistem ilmu pengetahuan dibagi ke dalam lima hal:


– Pengetahuan Alam


Alam yang ditempati oleh manusia ini begitu luas. Tak hanya bumi saja, tetapi sejagat raya. Untuk itu, ilmu alam sangat penting, supaya keteraturan tempat tinggal manusia ini bisa dijaga. Di dalamnya terdapat pengetahuan tentang bumi, astronomi, gejala alam, dan lain – lain. Ilmu alam pada masa dulu diperoleh dengan cara bertani, berburu, berlayar, dan kegiatan sehari – hari lainnya.


– Pengetahuan Tumbuhan


Ilmu pengetahuan ini pada dasarnya sama dengna ilmu pertanian. Pengetahuan mendasar yang semua orang tahu tentang tumbuhan adalah tumbuhan ada untuk menjadi pelengkap dan dijadikan bahan makanan untuk bertahan manusia maupun hewan.


– Pengetahuan Binatang


Tidak berbeda jauh dari tumbuhan, dalam kebudayaan manusia dimanapun kehadiran hewan di muka bumi ini untuk menunjang keberlangsungan kehidupan manusia. Untuk bahan makanan, kesenangan, teman, dan peliharaan. Ilmu pengetahuan di dalamnya mencakup bagaimana cara berburu hewan, melestarikan hewan, ilmu nelayan, dan bagaimana cara terbaik untuk bisa memanfaatkannya.


– Pengetahuan Tubuh Manusia


Pengetahuan tubuh manusia pada dasarnya diguakan untuk menganalisis tentang kesehatan manusia. Dengan mengetahui struktur tubuh, letak organ, susunan tulang, dan uratnya penyakit lebih mudah untuk diidentifikasi. Dengan begitu pertolongan pertama dapat segera diberikan untuk mencegah penyakit menjadi lebih parah.


– Pengetahuan Sifat dan Tingkah Laku Manusia


Hal ini diperlukan agar kehiduapn dapat terjaga kedamaiannya. Melalui analisis tingkah laku, manusia satu dengan yang lainnya dapat saling memahami. Meskipun ada beberapa sifat dan tingkah laku manusia yang sifatnya alami, budaya turut mengatur melalui nilai – nilai norma, adat isitadat, hukum adat, dan peraturan tertentu yang telah disepakati secara turun temurun.


– Pengetahuan Ruang dan Waktu


Pengetahuan ini mempunyai fungsi untuk menghitung, mengukur, dan melakukan penanggalan. Contohnya adalah untuk menentukan bulan, tanggal, dan tahun. Pada kebudayaan Jawa, contohnya untuk menentukan pasaran seperti Kliwon, Legi, dan Wage.


4. Sistem Teknologi


 manusia tak pernah lepas dari kebudayaan dan adat istiadat PENGERTIAN KEBUDAYAAN : Unsur Unsur, Fungsi, Wujud, Contoh


Unsur Unsur Kebudayaan



Hadirnya sistem ini menjadi sistem peralatan dan perlengkapan manusia dalam menjalani hidupnya. Koentjaraningrat membagi macam – macam teknologi menjadi alat – alat produksi, wadah, senjata, makanan, minuman, pakaian, rumah, dan transportasi. Sistem teknologi yang dilihat hari ini merupakan perkembangan dari teknologi masa lalu yang sifatnya sederhana.


Contohnya, dahulu kapak potong sudah merupakan teknologi canggih, kini telah tergantikan dengan mesin potong yang sudah bekerja otomatis. Dahulu rumah hanya berbentuk gubug dan cukup untuk bisa berteduh saja. Kini rumah telah berkembang menjadi gedung dan hotel.


5. Sistem Kemasyarakatan / Kekerabatan


 manusia tak pernah lepas dari kebudayaan dan adat istiadat PENGERTIAN KEBUDAYAAN : Unsur Unsur, Fungsi, Wujud, Contoh


Unsur Unsur Kebudayaan



Sistem kekerabatan sangat kental dalam unsur ini. Sistem kemasyarakatan masih digunakan manusia hingga sampai sekarang untuk bersosialisasi dan menjalin hubungan. Hingga saat ini, ada beberapa wilayah dan negara yang memakai sistem kekerabatan seperti Amerika Latin, Afrika, dan Oseanis.


Menurut L.H Morgan, ada beberapa macam sistem kekerabatan yaitu garis parental (keturunan ayah dan ibu), garis alternered yang mengajarkan bahwa perempuan dan laki – laki berkedudukan sama, dan garis keturunan ibu yang mana kedudukan perempuan lebih tinggi dari laki – laki.


6. Sistem Ekonomi / Mata Pencaharian


 manusia tak pernah lepas dari kebudayaan dan adat istiadat PENGERTIAN KEBUDAYAAN : Unsur Unsur, Fungsi, Wujud, Contoh


Unsur Unsur Kebudayaan



Sistem Ekonomi kebudayaan Indonesia secara garis besar terdiri dari berburu dan meramu, beternak, bercocok tanam, menangkap ikan, dan sistem irigasi atau pengairan. Hingga sekarang sistem ini berkembang lagi. Misalnya adalah, dari bercocok tanam atau bertani, berlanjut kepada sistem perdagangan dan bisnis pengolahan makanan.


7. Kesenian


 manusia tak pernah lepas dari kebudayaan dan adat istiadat PENGERTIAN KEBUDAYAAN : Unsur Unsur, Fungsi, Wujud, Contoh


Unsur Unsur Kebudayaan



Seni merupakan suatu ekspresi terhadap keindahan. Koentjaraningrat membagi seni menjadi dua yaitu seni rupa dan seni suara. Seni masih bisa dibagi menjadi bermacam – macam tak hanya dua jenis itu saja, masih ada seni musik, seni tari, seni terapan, seni murni, dan lain – lain. Seni juga merupakan bagian dari kebudayaan, contoh nyatanya adalah peran seni musik, seni rupa, dan tari dalam upacara adat.



Ciri Ciri Kebudayaan


 manusia tak pernah lepas dari kebudayaan dan adat istiadat PENGERTIAN KEBUDAYAAN : Unsur Unsur, Fungsi, Wujud, Contoh


Ciri Ciri Kebudayaan



Secara umum ciri – ciri kebudayaan adalah sebagai berikut ini:


– Kebudayaan dapat dipelajari

– Kebudayaan dapat diwariskan

– Kebudayaan hidup dan berkembang dalam masyarakat

– Kebudayaan dapat berubah

– Kebudayaan bersifat terintegrasi


Untuk kebudayaan daerah, ia memiliki ciri – ciri tersendiri, yaitu:


– Terdapat peninggalan sejarah

– Adanya unsur kepercayaan

– Terdapat bahasa dan seni khas daerah

– Dianut oleh penduduk dalam daerah tersebut

– Terdiri dari unsur kebudayaan tradisional dan kebudayaan asli

– Memiliki adat istiadat

– Bersifat kedaerahan


Seperti kebudayaan daerah, kebudayaan nasional pun memiliki ciri – cirinya tersendiri:


– Terdapat unsur – unsur yang bisa menyatukan bangsa

– Mencerminkan kehidupan bangsa

– Kebanggaan seluruh rakyat Indonesia

– Adanya unsur budaya daerah yang diakui secara nasional


Wujud Kebudayaan


 manusia tak pernah lepas dari kebudayaan dan adat istiadat PENGERTIAN KEBUDAYAAN : Unsur Unsur, Fungsi, Wujud, Contoh


Wujud Kebudayaan



Menurut Koentjaraningrat, wujud kebudayaan terbagi atas beberapa hal, yaitu:


1. Nilai Budaya


Nilai – nilai ini dipelajari oleh masyarakat sejak kecil, sulit untuk digoyahkan dan menghasilkan gagasan di kemudian hari. Dapat berupa buah pikiran, tingkah laku, maupun benda – benda tertentu.


2. Sistem Budaya


Sifatnya abstrak, dalam perwujudannya berpola dan berdasarkan sistem tertentu.


3. Sistem Sosial


Kebudayaan dalam sistem sosial sifatnya konkret dan dapat diabadikan. Sistem ini menggambarkan tingkah laku manusia yang terus berjalan dengan pola tertentu dan aturan tertentu.


4. Kebudayaan Fisik


Artinya memiliki bentuk dan bisa dilihat. Misalnya saja hasil budaya seperti candi, baju adat, gamelan, dan benda – benda sejarah lainnya.


Fungsi Kebudayaan


Pada dasarnya, kebudayaan berfungsi untuk mengatur masyarakatnya, tentang bagaimana harus bertindak dan menentukan sikap saat dihadapkan pada sesuatu, sehingga kehidupan menjadi lebih selaras. Fungsi lainnya yaitu:


1. Pedoman hubungan manusia atau kelompok


 manusia tak pernah lepas dari kebudayaan dan adat istiadat PENGERTIAN KEBUDAYAAN : Unsur Unsur, Fungsi, Wujud, Contoh


Fungsi Kebudayaan



Sebuah kelompok tertentu dapat berjalan dengan satu arah dan satu tujuan karena mempunyai kebudayaan yang sama. Contohnya adalah masyarakat Yogyakarta yang mempunyai kebudayaan Grebeg Maulud untuk memperingati Maulid nabi Muhammad SAW. Satu Jogja sepakat bahwa itu adalah budaya yang sudah ada sejak dahulu, tujuannya jelas, dan dianggap sebagai salah satu pemersatu masyarakat.


2. Memenuhi Kebutuhan Masyarakat


 manusia tak pernah lepas dari kebudayaan dan adat istiadat PENGERTIAN KEBUDAYAAN : Unsur Unsur, Fungsi, Wujud, Contoh


Fungsi Kebudayaan



Budaya bukan hanya persoalan adat istiadat, tapi juga pola perilaku. Termasuk dalam bagaimana masyarakat tersebut dapat bertahan hidup dengan memenuhi kebutuhan hidupnya. Seperti berkebun untuk masyarakat pegunungan dan para pencari ikan di daerah pesisir pantai. Keduanya bertahan hidup dengan kebudayaan dan tata caranya sendiri yang berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan hidupnya.


3. Mendorong Perubahan Masyarakat


 manusia tak pernah lepas dari kebudayaan dan adat istiadat PENGERTIAN KEBUDAYAAN : Unsur Unsur, Fungsi, Wujud, Contoh


Fungsi Kebudayaan



Kebudayaan dapat digunakan untuk merubah masyarakat. Terutama berlaku untuk kebudayaan baru yang mulai masuk pada ranah masyarakat tertentu. Contoh nyatanya adalah Budaya Korea yang masuk ke Indonesia, sedikit banyak merubah pola perilaku sebagian masyarakat yang menyukai kebudayaan tersebut. Baik diwujudkan dalam gaya hidup, bahasa, maupun kesenian.



Contoh Kebudayaan Indonesia


Indonesia memang dikenal sebagai negara yang mempunyai beraneka ragam kebudayaan yang hidup berdampingan dengan tentram selam bertahun – tahun. Tak heran jika banyak masyarakat luar sana yang tertarik dan ingin mempelajari kebudayaan Indonesia. Contoh kebudayaan Indonesia yang masih bertahan sampai saat ini adalah :


1. Ngaben


 manusia tak pernah lepas dari kebudayaan dan adat istiadat PENGERTIAN KEBUDAYAAN : Unsur Unsur, Fungsi, Wujud, Contoh


Contoh Kebudayaan Indonesia



Ini merupakan tradisi masyarakat Bali dalam memperlakukan orang yang sudah wafat. Mereka percaya bahwa api akan mensucikan, sehingga orang yang telah meninggal dibuatkan upacara tertentu yang kemudian dibakar sampai menjadi abu. Selanjutnya, abu akan dikumpulkan dalam sebuah wadah yang nantinya akan dilarung ke laut.


2. Yamko Rambe Yamko


 manusia tak pernah lepas dari kebudayaan dan adat istiadat PENGERTIAN KEBUDAYAAN : Unsur Unsur, Fungsi, Wujud, Contoh


Contoh Kebudayaan Indonesia



 


Mungkin sebagain dari Anda hanya tahu bahwa Yamko Rambe Yamko adalah sebuah nyanyian dari masyarakat Papua saja. Pada kenyataannya, tak hanya sebatas lagu tetapi ini adalah syair tentang kesedihan karena peperangan. Syair ini lahir pada zaman dahulu sejak masa penjajahan. Sampai sekarang masih sering dipakai masyarakat Papua dalam upacara peringatan.


3. Tradisi Bakar Batu


 manusia tak pernah lepas dari kebudayaan dan adat istiadat PENGERTIAN KEBUDAYAAN : Unsur Unsur, Fungsi, Wujud, Contoh


Contoh Kebudayaan Indonesia



Ini juga merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat Timur Indonesia. Mereka akan membakar batu sebagai tanda syukur kepada Tuhan atas berkah dan hasil bumi yang melimpah. Bakar Batu juga menjadi simbol perdamaian atau gencatan senjata, karena sejak dahulu antar suku di daerah Timur Indonesia sering kali terlibat peperangan.


4. Tanam Sasi


 manusia tak pernah lepas dari kebudayaan dan adat istiadat PENGERTIAN KEBUDAYAAN : Unsur Unsur, Fungsi, Wujud, Contoh


Contoh Kebudayaan Indonesia



Ini merupakan bagian dari upacara kematian yang dilakukan oleh salah satu suku di Kabupaten Merauke. Sasi adalah kayu yang ditanam untuk memperingati 40 hari kematian seseorang. Sasi akan dicabut setelah hari ke 1000.


5. Wiwitan


 manusia tak pernah lepas dari kebudayaan dan adat istiadat PENGERTIAN KEBUDAYAAN : Unsur Unsur, Fungsi, Wujud, Contoh


Contoh Kebudayaan Indonesia



Tradisi ini banyak dilakukan oleh masyarakat Jawa yang bermata pencaharian sebagai petani untuk mensyukuri hasil panen mereka. Wiwitan dilakukan dengan menyembelih ayam kampung, menyajikannya dengan nasi uduk dan dibagi – bagikan kepada tetangga. Selain itu, petani yang bersangkutan juga membuat sesaji tertentu yang akan diletakkan di ladang dan dekat hasil panen mereka.


Pengertian kebudayaan, unsur unsur kebudayaan, ciri ciri kebudayaan, wujud kebudayaan, fungsi kebudayaan, contoh kebudayaan di Indonesia, dll.



Boleh copy paste, tapi jangan lupa cantumkan sumber. Terimakasih


Pengertian Kebudayaan